Solo (Espos) Keterbatasan kapasitas fisik yang ada di Bandar Udara Adisumarmo Solo saat ini, membuat PT Angkasa Pura I (AP I) terus memaksimalkan upaya pembangunan terminal utara bandar udara.
Untuk memaksimalkan pelayanan di terminal utara tersebut, tentu pengguna jasa menginginkan adanya akses masuk yang nyaman dan memadai selayaknya Bandara internasional. Pasalnya, yang masih terlihat saat ini adalah jalan sempit dan rusak. Terkait hal ini, maka AP I melakukan pelebaran jalan di sisi utara bandar udara yang direncanakan akan memanfaatkan tanah milik AP I sendiri, tanah penduduk dan TNI AU.
Sementara, terkait pengembangan kawasan Bandara, dalam master plan, AP I tengah mengusahakan pengembangan di beberapa kawasan, yaitu kawasan penduduk Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali seluas 37,46 Ha dan tanah milik TNI AU seluas 17,5 Ha. ”Namun, untuk tanah TNI AU masih ada keberatan dari pihak TNI sendiri,” terang General Manager AP I, Andri Iskandri kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (21/11). Begitu pula pengembangan Bandara sebelah timur yang berlokasi di wilayah Desa Sindon, Gagaksipat dan Dibal, yang saat ini sedang dalam proses pembebasan tanah, dengan total luasan 6,95 hektare.
Dari segi pendanaan, tambah Andri, tahun ini proyek pengembangan Bandara Adisumarmo dibagi menjadi dua pekerjaan utama. ”Pertama, pekerjaan overlay runway dan turning area dengan besar biaya Rp 15,3 miliar. Kedua, penyelesaian pengembangan terminal utara termasuk levelling apron lama, perluasan apron Charlie dan fasilitas penunjang senilai Rp 83,2 miliar.”
Manajer Operasi dan Teknik AP I, Bambang Wahono ST mengatakan Terminal utara ini dibangun di atas tanah AP I seluas 47 Ha dan tanah MoU dengan TNI AU seluas 77 Ha.
Melihat lebih dalam situasi pembangunan terminal, direncanakan terminal utara Bandara Adisumarmo akan dilengkapi dengan delapan konter tiket, pembedaan pintu kedatangan untuk penerbangan domestik dan luar negeri. ”Begitu pula dengan area check in yang akan di tambah menjadi 24 konter check in, 12 tempat timbangan dan pemanfaatan grafity roller,” tambah Eri.
Di lantai dua, disediakan banyak komersial dan service area, serta satu ruang sebagai lokasi show room batik.



Maju terus jangan berhenti, kawasan bandara dan sekitarnya adalah wajah pertama yang mendatangkan kesan pertama sebuah kota dari wisatawan dari pintu gerbang udara,
Sebaiknya ada perencanaan utuh dari pihak Kota Solo dan Kabupaten di sekitarnya untuk mendesain rencana tata ruang yang terpadu berbasis wisata dan bisnis bertaraf internasional terutama di sekitar kawasan bandara
yok’A
sebagai wong solo, bandara adi sumarmo sangat membanggakan dan luar biasa eksotisnya. Dibalut arsitetur yang ‘njawani’ saat melangkah aku terhanyut dalam suasana seperti ‘mulih kampung’ pas banget … teriring hormat ta;zim bg arsiteknya dan trimakasih tuk fihak2 yg telah bersusah payah mewujudka bangunan khas surakarta hadiningrat.